Sabtu, 19 Maret 2011

Kedudukan Wanita Zaman Dulu Sebelum Islam

Wanita di Mata Orang-orang Yunani
Mereka engklaim kaum wanita sebagai najis dn kotoran dari hasi perbuatan syetan. Bagi mereka, wanita sama rendahnya dengan barang dagangan yang bisa diperjua-belikan di pasar2. Wanita boleh dirampas haknya, tidak perlu diberikan hak bagian harta pusaka dan juga tidak berhak menggunakan hartanya sendiri sekalipun.

Wanita di Mata Orang-orang Romawi
Di zaman Romawi, orang-orangnya memiliki semboan yang cukup terkenal "Wanita Tidak Punya Ruh". Kaum wanita mengalami berbagai macam siksaan yang keja. Seringkali mereka harus menahan panasnya minyak yang dituangkan ke tubuhnya yang sudah diikat pada sebuah tiang. Bahkan, terkadang mereka diikatkan pada ekor kuda lalu dibawanya lari sekencang mungkin sampai mati.

Wanita di mata Orang-orang Cina
 Orang-orang Cina menyamakan wanita dengan air penyakit yang membasuh kebahagiaan dan harta. Seorang berkebangsaan Cina berhak menjual istrinya sebagai budak perempuan. Apabila seorang wanita Cina menjadi janda, maka keluarga mendiang suaminya berhak atas dirinya. Jadi, ia seperti barang peninggalan yang bisa diwarisi. Bahkan seorang suami berhak mengubur istrinya hidup2.

Wanita di Mata Undang-Undang Hammurabi
Dianggap sebagai layaknya binatang ternak yang dapat diperlkukan seenaknya. Misalnya seorang membunuh anak perempuan orang lain maka dia harus menyerahkan anak perempuannya kepada orang  tadi untuk dibunuh atau dimiliki.

Wanita di Mata Orang-orang Hindu
Di dalam syariat hindu ditegaskan : "Sesungguhnya kesabaran tertentu, angin, kematian, neraka, racun dan ular itu tidaklah lebih jahat ketimbang wanita."
Seorang wanita tidak berhak untk hidup setelah ditinggal mati oleh mendiang suaminya. Pada hari kematin suaminya itu, ia juga harus ikut mati, atau ia harus membakar diri dalam keadan hidup2 bersama suaminya. Di samping itu, ia harus mempersembahkan korban kepada tuhan2nya.

Wanita di Mata Orang-orang Persia
Menurut mereka, seseorang boleh saja menkahi ibunya sendiri, saudara perempuan kandung, tante, bibi, keponakannya dan muhrim2nya yang lain.
Pada saat sedang menjalani haid, seorang wanita akan diasingkan ke tempat yang jauh di luar kota. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan menemuinya kecuali para pelayan yang hanya bertugas menyiapkan makanan. Terlebih kalau seorang wanita kebetulan menjadi istri atau di bawah kekuasaan seorang laki2 yang kejam dan ditaktor, maka nasibnya berada di tangan laki2 itu, mau dibunuh atau dibiarkan hidup.

Wanita di Mata Orang-orang Yahudi
Ada sementara golongan orang2 Yahudi yang menganggap anak perempuan itu martabatnya sama seperti pelayan. Jadi ayahnya berhak untuk menjualnya dengan harga murah sekalipun. Orang2 Yahudi pada umumnya menganggap wanita itu sebagai laknat atau kutukan lantaran wanitalah yang telah menyeatkan Adam. Apabila seorang wanita sedang mengalami haid, maka mereka enggan makan bersama2 dengannya. bahkan ia tidak boleh  memegang bejana apa pun karena khawatir tersebar najisnya.
Ada sementara orang Yahudi yang manakala anak perempuan atau istrinya sedang mengalami masa haid, maka dia mendirikan sebuah kemah lalu di dalamnya diletakkan kue dan air. Dia biarkan terus anak perempuan atau istrinya yang sedang haid itu di dalam kemah tersebut sampai suci

Wanita di Mata Orang-orang Nasrani
Pernah salah seorang yang dianggap suci di antara merekangat penting a mengatakan, "Sesungguhnya wanita adalah sumber kejahatan, malapetaka yang disukai, sangat penting bagi keluarga dan rumah tangga, pembunuh yang dicintai, dan musibah yang dicari.
Yang lain mengatakan, "Sesungguhnya wanitalah yang memasukkan syetan ke dalam jiwa seseorang, yang menentang undang2 Allah dan yang kejam terhada laki2."
Pada tahun 586 Masehi, orang2 Prancis pernah menyelenggarakan sebuha konferensi untuk membahas masalah:
Apakah wanita itu bisa dianggap manusia atau tidak? Apakah wanita itu punya ruh atau tidak? Kalau ia punya ruh, maka apakah ruhnya itu ruh hewan ataukah ruh manusia? Kalau ruhnya dalah ruh manusia, apakah ia sama dengan ruh laki2 atau lebih rendah?
Akhirnya konferensi tersebut membuat suatu kesimpulan, sesungguhnya wanita adalah seorang manusia. Akan tetapi, ia diciptakan untuk melayani kaum laki2 saja.
Pada masa kekuasaan Raja Inggris Henry kedeapan, parlemen Inggris mengeluarkan sebuah keputusan yang melarang kaum wanita membaca buku Perjanjia Baru atau Injiln dengan alasan wanita itu dianggap najis.
Parlemen di sana juga pernah mengeluarkan sebuah peraturan yang mendesak perlunya segera dibentuk sebuah badan sosial yang khusus menangani angsi hukuman terhadap kaum wanita. Hal itu terjadi pada tahun 1500 Masehi. Salah stu wewenang badan sosial tersebut adalah membakar wanita hidup2.
Undang2 sipil Prancis pasca revolusi menetapkan orang2 yang tak perlu diperhitungkan adalah anak kecil, orang gila, dan wanita sampai pada tahun 1938 ketetapan itu diganti. 
Undang2 di inggris sampai pada tahun 1805 Masehi masih memperkenankan seorang laki2 menjual istrinya dengan harga maksimal enam pound sterling.

Wanita di Mata Orang-orang Jahiliyah
Wanita tidak memiliki hak waris. Dalam hal ini mereka punya semboyan : "Tidak ada yang bisa mewarisi kami kecuali orang yang mau mengangkat senjata dan membawa tameng."
Seorang wanita pada waktu itu tidak mempunyai hak apa pun terhadap suaminya. Sebaliknya, seorang laki2 berhak menceraikan istrinya lalu merujuknya kembali, menceraikannya lagi dan merujuknya lagi. Begitu seterusnya tnpa ada batasan sama sekali. Dan itu dilakukannya kapan saja dia mau. Seorang laki2 pada waktu itu juga berhak melakukan poligami dalam jumlah yang tidak ditentukan berapa saja. Kebiasaan yang berlaku di tengah2 mereka, apabila ada seorang laki2 meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri dan beberapa orang anak laki2 yang bukan anak istrinya tadi, maka anak yang paling tua berhak mendapatkan istri mendiang ayahnya tersebut (ibu tirinya). Dia menganggap ibu tirinya itu sebagai harta puaka mendiang ayahnya, sebagaimana harta2nya yang lain.
Apabila dia berminat mengambil ibu tirinya tersebut sebagai istrinya sendiri, dia cukup melemparkan sepotong kain kepadanya. Maka, remilah mereka bedua sebagai suami istri. Namun apabila ternyata dia tidak berminat mengawininya sendiri, maka dia bisa mengawinkannya kepada siapa saja yang dikehendakinya.
Dahuu, apabila ada salah seorang jahiliyah yang ingin mendapatkananak yang hebat, maka dia akan menyerahkan istrinya untuk tinggal dan digauli oleh laki2 lain yang hebat, bisa berupa penyair atau seorang penunggang kuda yang piawai. Baru setelah benar2 hamil, maka ia akan kembali kepada suaminya dalam keadaan sudah mengandung seorang anak pilihan.
Bahkan di tengah2 masyarakat jahiliyah ada makanan yang hanya khusus bagi laki2 dan haram bagi wanita.
Di tengah2 masyarakat jahiliyah, seorang wanita yang ditinggal mati suaminya, ia harus berkabung selama setahun penuh. Selama itu ia harus selalu memakai pakaian yang paling buruk dan tinggal di sebuah kamar yang sangat sempit, pengap, dan gelap. Ia tidak boleh bersuci, tidak boleh menyentuh air, tidak boleh memotong kuku, dan juga tidak boleh merawat rambut.
Begitu selesai kurun waktu satu tahun, maka ia akan keluar rumah dengan rupa yang sangat buruk dan bau yang amat tidak sedap. Selanjutnya ia disuruh untuk menunggu lewatnya seekor anjing untuk dilemparinya dengan kotoran. Hal itu dimaksudkan untuk melecehkan jangka waktu satu tahun yang dilewatinya dengan sia2, dan sekaligus untuk menghormati mendiang suaminya.

(Sumber : Ensiklopedi Wanita Muslimah)

3 comments:

movies and music mengatakan...

nice blog honey//
come to my site to ok my friends,and comen.you will get backlink from pr3

Music Tips mengatakan...

hy blog walking

Amalia Dylandri mengatakan...

thanks dear :)

 
blog template by suckmylolly.com