Jumat, 29 Maret 2013

Q.S. Fatir (35) : 13

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang berbuat demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari

Kegalauan Belum Berakhir


Galau. Mungkin satu kata itu tepat untuk menggambarkan perasaan anak-anak SMA kelas 12 yang sebentar lagi akan menempuh UN. Suatu hal yang juga ku rasakan. Entahlah, bagi anak-anak kelas 12 ku kegalauan seakan tak ada habis-habisnya. 
Pada akhir semester 5 lalu dibuat galau untuk mengambil PTN mana, jurusan apa pada SNMPTN. Selama SMA, aku berubah-ubah keputusan untuk memilih universitas mana, jurusan apa. Aku bingung, galau. Dan kegalauan itu semakin memuncak saat akhir semester 5. Aduh, SNMPTN bentar lagi dibuka. Aku harus milih apa, dimana. Dan akhirnya, bismillah.. aku memilih fakultas kedokteran. Fakultas yang sejak aku kecil tak pernah menjadi keinginanku, tak pernah menjadi mimpiku saat anak-anak lain menginginkannya. Entah mengapa beberapa bulan setelah menginjak kelas 12 keinginan untuk melanjutkan studi di fakultas kedokteran tiba-tiba terpatri di benakku. Dan dimana? Entahlah. Yang jelas aku tak mau disini, di palangkaraya. Kenapa? Fakultas kedokterannya masih sangat amat baru. Biayanya lebih mahal karena masih belum ada di jalur SNMPTN –kalau nggak salah sih cuma ada jalur mandiri-. Dosennya adalah dosen terbang, bukan masalah kualitasnya sih karena dosennya dari salah satu universitas dengan fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, tetapi biasanya dosen terbang masuknya ogah-ogahan. Terus dimana? Dimana?

Jumat, 22 Maret 2013

I Went To the Mall and a Little Girl Called Me a Terrorist



My name is Ela.  I am seventeen years old.  I am not Muslim, but my friend told me about her friend being discriminated against for wearing a hijab.  So I decided to see the discrimination firsthand to get a better understanding of what Muslim women go through.
My friend and I pinned scarves around our heads, and then we went to the mall.  Normally, vendors try to get us to buy things and ask us to sample a snack.  Clerks usually ask us if we need help, tell us about sales, and smile at us.  Not today.  People, including vendors, clerks, and other shoppers, wouldn’t look at us.  They didn’t talk to us.  They acted like we didn’t exist.  They didn’t want to be caught staring at us, so they didn’t look at all.
And then, in one store, a girl (who looked about four years old) asked her mom if my friend and I were terrorists.  She wasn’t trying to be mean or anything.  I don’t even think she could have grasped the idea of prejudice.  However, her mother’s response is one I can never forgive or forget.  The mother hushed her child, glared at me, and then took her daughter by the hand and led her out of the store.

 
blog template by suckmylolly.com