Selasa, 05 November 2013

Memories

Hujan, 30 Oktober, dengan sempurna meresonasikan semua ingatan tentangmu, 3 tahun yang lalu. Masihkah kau ingat hari ini sayang? Hari dimana kita seharusnya merayakan 3 tahun hubungan kita. Masih kuingat pipimu yang bersemu merah saat aku menyatakan perasaanku. Tepat tiga tahun sebelum hari ini, di restoran cepat saji itu, saat hujan turun seperti hari ini, kau mengangguk dengan malu-malu.

Sayang, masih segar di ingatanku, bagaimana kita yang saling mencuri pandang di tengah jam pelajaran lalu seketika membuang muka saat pandangan kita berjumpa. Senyummu yang dibingkai dua lensung pipi itu masih dapat kulihat dengan jelas bahkan hingga kini, meski kau telah pergi meninggalkanku.

Sayang, aku masih ingat perasaan itu, debar itu saat pertama kali mengajakmu keluar malam, menghadiri pensi sekolah. Kau tahu betapa gugupnya aku saat meminta izin kepada kedua orang tuamu. Dan teman-teman sekelas kita yang tiba-tiba heboh melihat kita datang berdua karena sebelumnya kita terlalu malu bahkan hanya untuk bertatapan, hanya berani melalui sms, betapa konyolnya jika diingat kembali.

Sayang, tahukah kau bahkan hingga kini aku tak bisa melupakanmu? Setiap sudut kota ini menyimpan kenangan kita, langkah-langkah kebersamaan kita. Lihatlah ke taman kota di dekat bundara kecil itu, tempat kita menghabiskan sore. Saat itu, masih banyak pedagang disana dan aku masih begitu hafal cemilan favoritmu, piscoke, pisang coklat keju. Melihatmu memakannya dengan lahap selalu membuatku begitu gemas. Atau lihatlah ke palangkaraya mall yang kini bak bangunan mati itu, di foodcourt-nya kau membawakan kue ulang tahun pada ulang tahunku yang ke 16. Atau di 21-nya saat kita kehabisan tiket dan terpaksa menonton kartun animasi, ekspresimu, tawamu saat itu kini begitu ku rindukan. Dan meskipun dengan tubuhmu yang mungil itu, kau sangat suka wisata kuliner. Setiap restoran ataupun warung makan yang baru saja dibuka, tak pernah absen dari tujuan kita, menghabiskan waktu, bercengkrama.

Sayang, aku baru saja menyelesaikan tahun pertamaku di fakultas kedokteran universitas Indonesia. Ya, di kampus impianku sayang. Andai kau bisa melihatku saat aku mengenakan yellow jacket-nya. Andai aku bisa berbagi kebahagiaan ini bersamamu duhai sayangku.

Sayang, tahukah kau bahwa aku sangat amat merindukanmu? Apakah kau juga merindukanku? Kau memintaku mencari cinta yang lain saat kau telah pergi, tapi aku masih menunggu hadirmu, aku masih sendiri, sayang. Mungkin kini ku tak dapat lagi untuk melihatmu, mungkin 10 Januari dua tahun yang lalu benar-benar merupakan perpisahan kita, perpisahan yang tak terelakkan lagi. Aku hanya dapat berdoa di atas pusaramu semoga kau tenang di alam sana, semoga kita kan dipertemukan kembali disana, dalam keabadian.

Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana, tenanglah diriku dalam kedaimaian.
Ingatlah cintaku, kau tak terlihat lagi, namun cintamu abadi

0 comments:

 
blog template by suckmylolly.com